Mencarimu...dan...
Menemukanmu
Malam ini tiba- tiba kau
menghilang. Dan aku tak akan tinggal diam saja maka kugiring bola mataku untuk
mengitari setiap sudut rumahmu. Tapi, kau tetap saja tak ada disana. Kemana sih kau
pergi lan? cepatlah kembali aku merindukanmu.
Maaf aku salah mungkin bukan cuma
aku yang meridukanmu Lan, tapi semua orang kecuali tahari yang bahkan tidak
datang menjengukmu saat sakit. Entah kebencian sekeramat apa yang terus ia
pendam sampai menjadi pembenci abadimu.
Itu yang membuatku sangat
curiga, jangan- jangan dia yang menculikmu. Karena saat kutemui setelah shalat
subuh ia tersenyum sangat cerah hingga siang hari bahkan sebelum ia kembali ke
rumahnya, senyum memerah tetap saja merekah dari bibirnya yang jahat itu. Maaf
kan aku Lan yang telah melanggar janjiku padamu untuk tidak mencurigai dan menuduh
orang sembarangan tapi sekarang aku terlalu geram.
Lan... tolonglah kembali... Tak
tahukah kau seberapa menderitanya aku? Setiap detik aku berusaha mencarimu
karena terlalu memikirkanmu. Bahkan setiap detik aku selalu memandang ke
rumahmu tapi kau belum juga kembali.
Aku tak lagi bisa menahannya
maka kuutanyakan pada seluruh warga desa kita tapi mereka hanya tersenyum
dan menjawab “Tenanglah, ia pasti akan kembali” aku sangat benci jawaban
mereka. Kenapa mereka begitu lancang untuk meyakinkanku bahwa kau akan kembali
padahal aku lebih mengenalmu daripada mereka. Maafkan aku lagi Lan karena telah
melanggar janjiku untuk tidak berkata kasar kepada orang lain. Tapi,
mengertilah perasaanku saat ini Lan. Aku resah, gelisah, dan takut akan nasibmu
yang malang.
Lan... Ini sudah 8 hari sejak
kehilanganmu, ini benar- benar buruk kau belum juga ditemukan. Tapi, kau harus
mendengar kabar baik dariku bahwa kini semua orang turut mencarimu bersamaku.
Kau tahu Lan ini membuatku geli bahwa seluruh manusia di berbagai penjuru bumi
ini mencarimu. Apa mereka mengenalmu Lan? Apa mereka tau rupamu? Tapi tak
apalah biarkan kita sama- sama mencari.
Baru beberapa waktu lalu aku
merasa ada harapan untuk menemukanmu karena mereka mau menolongku. Tapi, mereka
mengejutkanku dengan pertikaian mereka mempersoalkan cara terbaik untuk
menemukanmu. Ada yang berkata bahwa cara terbaik adalah dengan terus mengamati
rumahmu hingga kau terlihat kembali dan ada juga yang mencoba untuk menghitung
hari sejak kepergianmu untuk memperhitungkan hari kedatanganmu kembali. Aku
benci mereka semua Lan kenapa untuk hal itu saja mereka bertikai dan berusaha untuk
mempertahankan ego mereka masing- masing.Tidakkah mereka mengerti bahwa
persatuan yang membawa kesatuan adalah yang terbaik seperti salah satu
nasihatmu? Dan hasilnya apa? Kini aku dan warga- warga lain bingung harus ikut
yang mana untuk menemukanmu.
Sudahlah Lan, tenang saja aku
akan menemukanmu dengan caraku sendiri dan tentunya tidak dengan ego seperti mereka.
Tapi kau harus janji kau akan kembali kan Bulan? Kembali bersamaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar