Selasa, 10 Mei 2016

Nilai moral dari cerita Putri Tandampalik dari Luwu



Nilai moral dari Cerita Putri Tandampalik
          Nilai yang bisa diambil dari cerita ini dapat diawali dengan menelisik kembali ucapan sang raja tentang kesediaannya mendapatkan kutukan asalkan rakyatnya tetap damai. Dan ucapan itu tidak akan serta merta ada tetapi merupakan implikasi dari tindakan yang harus diambilnya berupa melanggar adat. Inilah yang menjadi ironi bahwa terkadang adat memang sangat bermanfaat dan dibutuhkan untuk kelangsungan hidup masyarakat yang menganutnya sebagai batasan dari hal- hal yang negatif yang dapat menghampiri para masyarakat disana.  Tapi sayang, tidak jarang pula ada adat yang sangat mengekang dan malah menjadikan masyarakatnya terbelakang dan tidak bisa mengikuti peradaban. Disinilah diperlukan kecermatan masyarakat itu sendiri untuk “ memilah” adat yang akan tetap mereka  pertahankan dan adat yang sudah seharusnya tidak diterapkan.
          Selain itu ucapan sang raja juga sangat cocok dengan sebuah ungkapan “Mulutmu harimaumu” . Sebuah perumpamaan yang seringkali kita dengarkan, yang bermakna bahwa apa yang kita ucapkan akan kembali berdampak pada kita, entah akan kembali menjadi harimau yang jinak bagi tuannya atau malah akan kembali menjadi predator buas yang memakan tuannya sendiri. Hal inilah yang terjadi pada kisah Putri Tandampalik tersebut, dimana sang ayah berujar bahwa ia dan keluarganya siap menerima kutukan asalkan rakyatnya tetap damai dan bahagia, dan ternyata ucapan tersebut terbukti sang putri yang sangat disayanginya harus mendapatkan penyakit menular yang sangat menjijikkan.
          Dan disinilah ketulusan dan kesabaran sang raja dan putrinya diuji. Apakah mereka akan ikhlas dalam menjalani ketetapan itu dan berusaha untuk mengambil pelajaran atasnya? Ataukah mereka hanya akan diam dan meratapi apa yang telah terjadi? Dan dari permasalahan inilah muncul nilai penting yang bersumber dari apa yang dilakukan oleh Putri Tandampalik. Berupa kesabaran dan keteguhan hatinya yang pada akhirnya bisa membawanya keluar dari penderitaan dan menemukan sisi lain dari kehidupan yang lebih indah, yaitu kehidupan sederhana tetapi dihiasi syukur yang luar biasa.
          Dan tentunya yang tidak dapat kita lupakan satu lagi nilai penting dari cerita ini adalah bahwa Tuhan tidak akan segan memberikan bantuan- Nya dan mempertontonkan kuasa-Nya bagi orang- orang yang sabar seperti Putri Tandampalik dimana Sang Putri akhirnya bisa  mendapatkan kehidupan bahagia tanpa harus merugikan dirinya sendiri atau rakyatnya yaitu sebuah kebahagiaan hakiki berupa kesabaran dan keikhlasan hati yang tidak ternilai hartanya. Dan mudah-mudahan nilai- nilai penting dan positif dari kisah tersebut dapat kita adopsi untuk membawa kita ke arah yang lebih baik. Amin
         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar