Selasa, 24 Mei 2016

Bismillahirrahmaanirrahim. Ini lanjutan drama ( postingan ke- 3)



Babak 6
Latar tempat:  Di ruang rapat OSIS
Latar waktu: Pagi hari
Pemain yang terlibat: Idrus, Dila, Mayang, Aksa
Di pagi yang secerah mentari saat semangat pagi masih menghiasi, seluruh pengurus inti OSIS sepakat untuk berkumpul membahas acara perpisahan yang kian dekat. Semua ide akan berkecamuk  hingga akhirnya putusan mengambil alih suasana.
Idrus: Jadi, teman- teman kita akan bicarakan tentang acara perpisahan kita nanti, karena acaranya sudah semakin dekat. Bagaimana teman- teman sudah sampai mana persiapannya?
Dila: Belum banyak sih, tapi untuk temanya sudah pasti kita akan mengusung tema “ luxurious” yang dibuktikan dengan mengundang salah seorang DJ terkenal untuk acara kita nantinya
Aksa: Apa teman-  teman yang lain sudah setuju dengan tema dan penghadiran DJ itu?
Dila: Iya, hampir 100% teman kita sudah setuju
Idrus: Kalau untuk dana yang harus mereka siapkan sudah kamu kasih tau juga?
Mayang: Kalau masalah biaya, aku yang sosialisasikan dan mereka tidak masalah dengan itu
Idrus: Tapi, teman- teman sebelum mempersiapkan segala sesuatunya lebih jauh. Sebenarnya secara pribadi saya punya usul tentang pelaksanaan acara kita nantinya
Mayang: Memangnya apa? Ungkapin aja kali
Idrus: Begini, dari cerita dan pengalaman yang kudengar dari ke- 2 orangtuaku, sebaiknya acara yang sudah kita rencanakan itu kita alihkan saja menjadi acara amal dan bakti sosial jadi..
Dila: Eitts tunggu dulu, jadi kamu berniat mengubah rencana yang sudah kita rancang sebelumnya. Hello Idrus, jangan gila deh!
Aksa: Tunggu dulu dila, dengarkan dulu Idrus bicara sampai selesai
Mayang: Ahh enggak usah dilanjutin deh, orang idenya enggak masuk akal juga dan aku yakin teman- teman yang lain juga pasti tidak setuju
Idrus: Tapi dari mana kamu tahu sedangkan kita belum coba kasih tahu secara langsung ke teman- teman. Jadi darimana kamu tahu?
Dila: Alahh.. Percaya deh sama aku, mereka enggak bakal setuju
Mayang: Iya aku sependapat sama Dila, karena idemu Idrus memang ide gila yang tidak masuk akal
Aksa: Sudahlah kalian jangan men-judge begitu dong
Dila: Aduh Aksa kamu sama gilanya deh dengan dia
Mayang: Iya benar, dan sepertinya pembicaraan ini tidak akan ada ujungnya. Ayo Dila kita pergi saja daripada ketularan ide gila mereka berdua
Dila: Yuk ayuuuu
Babak 7
Latar tempat: Di ruang keluarga
Latar waktu: Siang hari
Pemain yang terlibat: Idrus, Bapak
            Sepertinya benar kata orang- orang bijak bahwa untuk mengubah pola pikir seseorang menuju ke cahaya yang lebih terang adalah hal yang tak mudah untuk dilakukan. Hal inilah yang membuat semangat dan antusias Idrus tak lagi seterik mentari siang hari namun belum juga surut layaknya senja di sore hari
Idrus: Assalaamualaikum Wr. Wb pak
Bapak: Waalaikum salam Wr. Wb, kamu kenapa lagi, ada masalah di sekolah?
Idrus: Hmm mungkin bisa dibilang begitu pak
Bapak: Memangnya masalah apa lagi?
Idrus: Teman- teman tidak setuju sama pendapatku pak
Bapak: Kan itu memang hal yang biasa dalam diskusi
Idrus: Tidak pak, aku sakit hati sekali dengan mereka
Bapak: Yah enggak boleh begitu, sekali lagi Bapak bilang itu hal biasa Idrus
Idrus: Ini beda pak, aku kan hanya ingin mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik tapi mereka bahkan tak mau mendengarkan saya pak
Bapak: Memangnya apa yang kalian bahas pada saat teman- temanmu tak mau mendengarkanmu?
Idrus: Tentang acara perpisahan kami pak, saya usul untuk mengadakan acara seperti yang bapak dan ibu lakukan dulu, tapi apa balasan mereka? Mereka malah menolak mentah- mentah usulan saya itu pak
Bapak: Oh begitu, bapak mengerti.Usul Bapak sih kam coba kasih tahu saja lagi. Karena dalam menerima hal baik itu orang berbeda- beda. Ada yang cukup diberitahukan sekali, ada yang dua kali, ada yang harus berulang- ulang dan reaksi mereka pun bberbagai macam. Ada yang langsung menerima, ada yang kadang ragu bahkan ada yang tidak pernah ingin menerima kebenaran. Jadi kamu mau kan menyampaikan kebaikan ini lagi?
Idrus: Baiklah akan idrus coba lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar