Babak 6
Latar tempat:
Di ruang rapat OSIS
Latar waktu: Pagi hari
Pemain yang terlibat: Idrus, Dila, Mayang, Aksa
Di pagi yang secerah mentari saat semangat pagi
masih menghiasi, seluruh pengurus inti OSIS sepakat untuk berkumpul membahas
acara perpisahan yang kian dekat. Semua ide akan berkecamuk hingga akhirnya putusan mengambil alih
suasana.
Idrus: Jadi, teman- teman kita akan bicarakan
tentang acara perpisahan kita nanti, karena acaranya sudah semakin dekat.
Bagaimana teman- teman sudah sampai mana persiapannya?
Dila: Belum banyak sih, tapi untuk temanya sudah
pasti kita akan mengusung tema “ luxurious” yang dibuktikan dengan mengundang
salah seorang DJ terkenal untuk acara kita nantinya
Aksa: Apa teman-
teman yang lain sudah setuju dengan tema dan penghadiran DJ itu?
Dila: Iya, hampir 100% teman kita sudah setuju
Idrus: Kalau untuk dana yang harus mereka siapkan sudah
kamu kasih tau juga?
Mayang: Kalau masalah biaya, aku yang sosialisasikan
dan mereka tidak masalah dengan itu
Idrus: Tapi, teman- teman sebelum mempersiapkan
segala sesuatunya lebih jauh. Sebenarnya secara pribadi saya punya usul tentang
pelaksanaan acara kita nantinya
Mayang: Memangnya apa? Ungkapin aja kali
Idrus: Begini, dari cerita dan pengalaman yang
kudengar dari ke- 2 orangtuaku, sebaiknya acara yang sudah kita rencanakan itu
kita alihkan saja menjadi acara amal dan bakti sosial jadi..
Dila: Eitts tunggu dulu, jadi kamu berniat mengubah
rencana yang sudah kita rancang sebelumnya. Hello Idrus, jangan gila deh!
Aksa: Tunggu dulu dila, dengarkan dulu Idrus bicara
sampai selesai
Mayang: Ahh enggak usah dilanjutin deh, orang idenya
enggak masuk akal juga dan aku yakin teman- teman yang lain juga pasti tidak
setuju
Idrus: Tapi dari mana kamu tahu sedangkan kita belum
coba kasih tahu secara langsung ke teman- teman. Jadi darimana kamu tahu?
Dila: Alahh.. Percaya deh sama aku, mereka enggak
bakal setuju
Mayang: Iya aku sependapat sama Dila, karena idemu
Idrus memang ide gila yang tidak masuk akal
Aksa: Sudahlah kalian jangan men-judge begitu dong
Dila: Aduh Aksa kamu sama gilanya deh dengan dia
Mayang: Iya benar, dan sepertinya pembicaraan ini
tidak akan ada ujungnya. Ayo Dila kita pergi saja daripada ketularan ide gila
mereka berdua
Dila: Yuk ayuuuu
Babak 7
Latar tempat: Di ruang keluarga
Latar waktu: Siang hari
Pemain yang terlibat: Idrus, Bapak
Sepertinya
benar kata orang- orang bijak bahwa untuk mengubah pola pikir seseorang menuju
ke cahaya yang lebih terang adalah hal yang tak mudah untuk dilakukan. Hal
inilah yang membuat semangat dan antusias Idrus tak lagi seterik mentari siang
hari namun belum juga surut layaknya senja di sore hari
Idrus: Assalaamualaikum Wr. Wb pak
Bapak: Waalaikum salam Wr. Wb, kamu kenapa lagi, ada
masalah di sekolah?
Idrus: Hmm mungkin bisa dibilang begitu pak
Bapak: Memangnya masalah apa lagi?
Idrus: Teman- teman tidak setuju sama pendapatku pak
Bapak: Kan itu memang hal yang biasa dalam diskusi
Idrus: Tidak pak, aku sakit hati sekali dengan
mereka
Bapak: Yah enggak boleh begitu, sekali lagi Bapak
bilang itu hal biasa Idrus
Idrus: Ini beda pak, aku kan hanya ingin mengarahkan
mereka ke arah yang lebih baik tapi mereka bahkan tak mau mendengarkan saya pak
Bapak: Memangnya apa yang kalian bahas pada saat
teman- temanmu tak mau mendengarkanmu?
Idrus: Tentang acara perpisahan kami pak, saya usul
untuk mengadakan acara seperti yang bapak dan ibu lakukan dulu, tapi apa
balasan mereka? Mereka malah menolak mentah- mentah usulan saya itu pak
Bapak: Oh begitu, bapak mengerti.Usul Bapak sih kam
coba kasih tahu saja lagi. Karena dalam menerima hal baik itu orang berbeda-
beda. Ada yang cukup diberitahukan sekali, ada yang dua kali, ada yang harus
berulang- ulang dan reaksi mereka pun bberbagai macam. Ada yang langsung
menerima, ada yang kadang ragu bahkan ada yang tidak pernah ingin menerima
kebenaran. Jadi kamu mau kan menyampaikan kebaikan ini lagi?
Idrus: Baiklah akan idrus coba lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar